Jumat, 19 Februari 2016

SEPENGGAL CERITA TENTANG RIWAYAT MAKAMNYA KYAI MANGIRWANABAYA

SEPENGGAL CERITA TENTANG

 KYAI MANGIRWANABAYA 


Riwayat makam Kyai Mangirwanabaya; sebelah timur markis Prabayeksa,di dalam setengah, di luar setengah, itu riwayatnya pada waktu menjadi musuh kemudian menjadi anak menantu.
Gusti Panembahan Senapati
. termangu-mangu di dalam hati lantaran Mangir tidak mau tunduk di bawah Mataram. Hendak dipukul perang, rasanya hina dilihat oleh negara lain kalau tidak bagaimana?
Kyai Juru Martani yang sudah berpengalaman didalam menaklukkan Arya Penangsang di Jipang Panolan, dengan kendaraan kuda yang terkenal hebat yaitu Gagakrimang. Sedang Sultan Hadiwijaya ketika itu hanya dengan kendaraan kuda betina. Gagakrimang melihat kuda betina berkobar hawa nafsunya, kemudian bertingkah beringas tidak dapat dikendalikan. Sehingga dengan mudah Arya Penangsang dapat ditusuk perutnya sehingga meninggal dunia.
Atas dasar falsafah: lelaki jika sudah melihat perempuan tentu berubah tingkahnya, dan sukar mengendalikan emosinya, Kyai Ageng Juru Martani memberi fatwa dengan tipu muslihat, katanya;
"Benar-benar Mangir itu menjadi klilip, sekalipun hanya kecil tetapi menjadi ganjalan di dalam mata. Aku hanya memberikan reka daya begini,semua punggawa istana jangan takut susah payah. Peribahasa; hendaklah bisa kenaikannya, tetapi jangan keruh airnya.
. Artinya bertindaklah dengan sandiwara rahasia. Para punggawa ngamenlah dengan wayang beber, Ki Dalangnya namakanlah dengan "Sandi Guna. Sedang para niyaga namakanlah dengan "Sandi, Mulailah ngamen berkeliling dari jauh yang tujuan utamanya Mangir. Ananda Raden Ajeng Prembayun hendaklah turut dalam rombongan.Bertindak sebagai anaknya Ki Dalang Sandi Guna. Nanti saya berinya jampi-jampi, dan sebelumnya mandi dulu di Sendang Kasihan, terus keliling mendekat Mangir.
Ngamennya nanti kalau sudah tersiar kabar. Keyakinan saya Mangir Wanabaya tentu akan memanggil. Kalau sudah melihat, tentu memilih anaknya Ki Dalang. Tabiatnya orang laki-laki, apalagi masih jejaka, kalau sudah melihat tentu akan meminta, supaya tinggal menetap di Mangir.
Sandi Guna harus bisa membikin ulah sedemikian rupa sehingga hati si Mangir Wanabaya menggebu-gebu untuk menguasai anak Ki Dalang. Kalau Raden Ayu Prembayun terlaksana diminta menetap, sehari dua hari Ki Dalang serta para niyaga hendaklah minta diri pulang, karena sudah lama meninggalkan rumah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar